Rabu, 30 Agustus 2017

Serupa Namun Tak Sama, Perbedaan Pernikahan Jawa Adat Solo dan Jogja

Indonesia sudah dikenal dengan banyak ragam kebudayaan serta upacara tradisonal lainnya. Seperti dalam upacara pernikahan adat jawa misalnya, meskipun sama-sama berasal dari Jawa Tengah pernikahan adat Solo dan Jogja yang sepintas mirip justru berbeda. Dimana saja letak perbedaannya? Kali ini kami akan coba menjabarkan perbedaan riasan serta gaya berpakaian dalam pernikahan adat jawa Solo dan Jogja.

1. Adat Solo memiliki tiga jenis riasan dan pakaian adat pernikahan yakni Riasan Solo Putri, Riasan Solo Basahan serta Riasan Solo Basahan Keprabon.

Riasan khas Solo Putri yang cantik
Riasan solo putri yang cantik ini sering dipakai dalam adat pernikahan tradisional jawa baik di Jawa Tengah maupun Jawa Timur. Riasan solo putri memiliki ciri khas tertentu yakni paes hitam pekat serta cundhuk mentul yang berjumlah tujuh atau sembilan yang merupakan lambang dari pertolongan Yang Maha Kuasa. Tujuh atau yang dalam bahasa jawa disebut Pitu yang berarti Pitulungan atau disebut juga dengan pertolongan. Sedangan sembilan melambangan wali songo yang berjumlah sembilan. Selain itu riasan Solo Putri disertai dengan cundhuk sisir dan juga ronce melati tibo dodo atau untaian bunga melati yang menjuntai hingga kebagian dada wanita. Untuk kondenya adalah konde bokor tengkurep yang kemudian ditutupi dengan racik melati miji timun atau rajutan daun pandan dan bunga melati.
Untuk pakaian pengantin Solo Putri, baju yang digunakan biasanya adalah kebaya baik tradisional maupun modern, sedangkan untuk pria menggunakan blangkon serta baju beskap


Riasan Solo Basahan berserah diri pada sang Maha Kuasa
Riasan lainnya yakni riasan solo basahan yang memiliki makna untuk berserah diri pada sang Maha Kuasa mengenai masa depan pernikahan. Riasan wajah dan tatanan dan hiasan rambut Solo Basahan ini sama dengan Solo Putri, sedangkan yang membedakannya adalah dari pakaiannya saja.

Pakaian dari solo basahan ini untuk wanita menggunakan kemben yang terbuat dari kain dodot, yakni kain yang bercorak binatang disertai dengan prada emas. Kain tersebut kemudian digabungkan dengan selendang cinde dan jarik yang warnanya harmonis dengan kain dodot yang digunakan.

Untuk pengantin pria pakaiannya cukup simpel dengan menggunakan kemben dodot, stagen serta jarik. Untuk solo basahan ini tidak menggunakan blangkon namun menggunakan kuluk mathak atau topi yang memanjang keatas.


Solo Basahan Keprabon bak pernikahan raja-raja Keraton Surakarta
Pada dasarnya, pakaian adat solo Basahan Keprabon adalah sama dengan Solo Basahan. Riasan dan kain dodotan yang digunakan adalah sama, yang membedakan adalah pakaian Solo Basahan Keprabon memadukan antara kain dodot dengan baju beludru sehingga membuat terlihat lebih megah. Pengantin pria akan menggunakan baju beskap yang dulunya hanya boleh digunakan oleh para bangsawan.

2. Adat Jogja memiliki empat macam riasan dan pakaian adat yang digunakan saat pernikahan, antara lain Jogja Putri, Paes Ageng Jangan Menir, Paes Ageng Basahan serta Paes Ageng Kanigaran.

Tampil Cantik dan Anggun a la Jogja Putri
Riasan untuk Jogja Putri dengan Solo Putri memiliki beberapa perbedaan. Pertama, adalah jumlah cundhuk mentul yang digunakan berjumlah tiga atau lima yang meambangkan nilai-nilai trimurti. Cundhuknya dipakai terbalik dengan bagian depan yang menghadap kebelakang, hal ini merupakan perlambangan bahwa wanita harus terlihat cantik baik dari depan maupun belakang. Yang kedua adalah ronce melati. Berbeda dengan Solo Putri yang menggunakan ronce melati tibo dodo sebagai hiasan sanggulnya, riasan Jogja Putri hanya menggunakan bunga yang diselipkan pada bagian samping bawah konde. Paes antara Jogja dan Solo juga cukup berbeda karena bagian gajah atau bagian tengah paes untuk paes jogja lebih meruncing dibandingkan dengan paes Solo.

Sedangkan untuk baju tidak berbeda antara Solo Putri maupun Jogja Putri, yaitu sama-sama menggunakan baju kebaya modern maupun beludru.



Anggun dan Tradisionil dengan Paes Ageng Jangan Menir
Awalnya hanya putra-putri Sultan Hamengkubuwono saja yang boleh memakai riasan ini, namun sekarang semoua orang boleh menggunakan paes ageng ini. Riasan wajah untuk pengantin putri tidak menggunakan sanggul sunggar di bagian depan rambut, dan paesnya sendiri ditambahi dengan prada emas yang menimbulkan kesan yang mewah. Riasan juga dipercantik dengan alis menjangan atau alis yang bercabang yang melambangkan sifat cerdik, cerdas serta anggun khas wanita layaknya seekor menjangan atau rusa.

Paes agung jangan menir ini disertai dengan baju benggen beludru yang megah serta dihiasi dengan berbagai macam aksesoris seperti kalung sungsun atau kalung yang berbentuk bulan sabut bersusun. Untuk pria tidak menggunakan bangkon namun menggunakan topi memanjang.

Cantik dan Memukau dengan Paes Ageng Basahan
Tidak ada yang berbeda pada riasan Paes Ageng Jangan Menir dengan Paes Ageng Basahan. Perbedaan hanya terdapat pada model pakaian yang digunakan. Pada paes Ageng Basahan, pengantin putri menggunakan kain dodot sebagai kemben serta cinde merah sebagai bawahan. Aksesoris yang digunakan juga umum seperti kalung sungsung serta kelat bahu. Kelat bahu adalah hiasan yang digunakan di lengan berbentuk naga. Hiasan tersebut melambangkan kekuatan yang dimiliki oleh seorang wanita setelah menikah.




Tampil Cantik dan Gagah Layaknya Putra-Putri Bangsawan dengan Paes Ageng Kanugaran
Paes ageng Kanigaran tidak banyak berbeda dengan Paes Ageng Basahan, yang membedakan hanya saja kemben yang ditutupi oleh pakaian beskap beludru. Beskap beludrunya pun dihiasi dengan benang-benang berwarna emas yang semakin memunculkan kesan ningrat untuk pemakainya.


Demikian macam-macam perbedaan riasan serta pakaian tradisional Jawa Solo dan Jogjakarta yang sepintas hampir sama, walaupun keduanya berasal dari Jawa Tengah namun pada kenyataannya terdapat banyak perbedaan.

Manakah yang lebih cocok dengan konsep pernikahan Anda, konsultasikan dengan kami Halo Jiva Wedding Organizer segera untuk menciptakan pernikahan anda yang meriah serta berkesan. Karena dengan Halo Jiva Work with heart, Smile and Do it.

Halo Jiva adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa Event Organizer khususnya dibidang jasa pernikahan atau lebih dikenal dengan Wedding Organizer. Kami memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk setiap klien kami. Loyalitas yang tinggi, kenyamanan klien, suasana kekeluargaan serta terjalinnya kerjasama yang baik dengan pihak vendor adalah prioritas kami dalam bekerja..

Hubungkan dengan kami sekarang juga

BBM
BBM
whatsapp
WhatsApp
LINE
LINE@
Contact Us
HALO JIVA
+62896-7647-6999
+62812-3215-8880
Jl. Dukuh Kupang Timur XII/48-50, Surabaya