Kamis, 05 Oktober 2017

Asal Usul dan Makna Lempar Bunga dalam Pernikahan

Dalam era modern ini, pada saat pesta pernikahan selalu saja disertai dengan pelemparan karangan yang dibawa oleh pengantin wanita. Tidak hanya pernikahan modern saja, pernikahan tradisional pun sering disertai pelemparan bunga di tengah acara resepsi pernikahannya. Namun tahukah anda bagaimana asal usul serta makna dibalik pelemparan bunga oleh pengantin wanita yang nantinya diperebutkan oleh para tamu undangan?



Asal Usul tradisi Lempar Bunga dalam Pernikahan
Tradisi unik ini berasal dari Eropa, lebih tepatnya pada abad pertengahan. Pada masa itu para mempelai wanita di Eropa tidak berharap untuk mengenakan gaun pernikahannya lagi , tetapi justru orang lain yang ingin mengenakan gaun tersebut. Para tamu undangan yang hadir di pernikahan pada zaman tersebut memiliki kebiasaan yang unik, yakni mencoba untuk menyobek sebagian kecil dari gaun pengantin wanita. Konon, mereka melakukannya agar memperoleh kebahagiaan yang dirasakan pasangan pengantin sekaligus sebagai ungkapan suka cita mereka menyambut kedua mempelai.


Harga gaun pengantin yang mahal seiring dengan perkembangan zaman tentunya akan sangat disayangkan apabila harus compang camping karena ulah tamu undangan. Sebagai gantinya pengantin wanita menggantinya dengan sesuatu yang tidak banyak menimbulkan kerugian. Hingga dipilihlah buket bunga yang dibawa oleh pengantin perempuan untuk diperebutkan oleh para tamu undangan. Maka dari itulah tradisi pelemparan buket bunga terjadi dan identik dengan acara pernikahan.


Makna Tradisi Lempar Bunga dalam Pernikahan
Rangkaian bunga yang dibawa oleh pengantin wanita adalah perlambang dari keindahan dan kesuburan. Pada awalnya, sang pengantin wanita lebih memilih melemparkan bunga yang dibawanya kepada para sahabatnya agar mereka segera mendapatkan kebahagiaan seperti yang ia rasakan. Namun seiring berjalannya waktu, untuk mengurangi efek pilih kasih dan agar semua dapat merasakan kebahagiaan yang seperti ia rasakan, pengantin wanita memilih melemparkannya kepada para tamu undangan dengan dengan cara membelakangi para tamu undangan dan melemparkannya ke belakang untuk diperebutkan. Konon menurut mitos yang ada, bagi wanita yang mendapatkan rangkaian bunga tersebut, ia akan segera melangsungkan pernikahannya, namun apabila masih belum mempunyai pasangan, konon akan segera memiliki kekasih.

Setelah mengetahui asal usul dan makna lempar bunga, kapan biasanya lempar bunga dilakukan?Kami Halo Jiva Wedding Organizer dengan senang hati akan membantu anda dalam mengatur kapan tepatnya pelemparan buket bunga dilakukan serta persiapan apa saja yang harus dilakukan oleh pengantin untuk menjadikan pernikahannya menjadi sesuatu yang tidak terlupakan sepanjang masa. Karena kami sadar pernikahan adalah awal dari sebuah hidup yang baru, maka kami akan membantu anda sepenuh hati untuk mewujudkannya. Halo Jiva Work With Heart, Smile and Do it.

Halo Jiva adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa Event Organizer khususnya dibidang jasa pernikahan atau lebih dikenal dengan Wedding Organizer. Kami memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk setiap klien kami. Loyalitas yang tinggi, kenyamanan klien, suasana kekeluargaan serta terjalinnya kerjasama yang baik dengan pihak vendor adalah prioritas kami dalam bekerja..

Hubungkan dengan kami sekarang juga

BBM
BBM
whatsapp
WhatsApp
LINE
LINE@
Contact Us
HALO JIVA
+62896-7647-6999
+62812-3215-8880
Jl. Dukuh Kupang Timur XII/48-50, Surabaya