Selasa, 17 Oktober 2017

Prosedur Pendaftaran Pernikahan di KUA


Menikah merupakan sebuah fase hidup yang seharusnya akan dijalani oleh setiap manusia. Menikah merupakan momentum untuk mempersatukan dua insan untuk membentuk sebuah keluarga baru. Kesakralan pernikahan ini tidak bisa dipandang sebelah mata, sehingga memunculkan beragam aturan dan prosedur serta tradisi tertentu. Sebagai warga negara yang taat akan peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah, sebuah pernikahan hendaknya dilakukan tidak hanya sah secara agama yang kita anut saja namun sah dimata hukum yang berlaku di negara Indonesia. Untuk menikah secara legal sehingga sah menurut hukum yang berlaku Anda harus melakukan pendaftaran di instansi terkait dalam hal ini adalah KUA atau Kantor Urusan Agama tempat anda berdomisili. Apa saja syarat dan bagaimana prosedurnya serta berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk mengurus sebuah pernikahan sehinggah sah menurut agama dan negara. Berikut kami akan coba jabarkan.



Persyaratan untuk Menikah di KUA

Prosedur pertama dalam proses pernikahan di KUA adalah Anda harus memenuhi beberapa persyaratan menikah berikut ini:


  1. Surat keterangan untuk menikah (model N1)
  2. Surat keterangan asal-usul (model N2)
  3. Surat persetujuan mempelai (model N3)
  4. Surat keterangan tentang orang tua (model N4)
  5. Surat pemberitahuan kehendak menikah (model N7) apabila calon pengantin berhalangan, pemberitahuan nikah dapat dilakukan oleh wali atau wakilnya.
  6. Bukti imunisasi TT (Tetanus Toxoid) I calon pengantin wanita, kartu imunisasi, dan imunisasi TT II dari Puskesmas setempat
  7. Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp 30.000
  8. Surat izin pengadilan apabila tidak ada izin dari orang tua/wali.
  9. Pas foto ukuran 3 x 2 sebanyak 3 lembar
  10. Dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum berumur 19 tahun dan bagi calon istri yang belum berumur 16 tahun
  11. Bagi anggota TNI/POLRI membawa surat izin dari atasan masing-masing
  12. Surat izin Pengadilan bagi suami yang hendak beristri lebih dari seorang
  13. Akta cerai atau kutipan buku pendaftaran talak/buku pendaftaran cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya Undang-Undang nomor 7 tahun 1989
  14. Surat keterangan tentang kematian suami/istri yang ditandatangani oleh kepala Desa/Lurah atau pejabat berwenang yang menjadi dasar pengisian model N6 bagi janda/duda yang akan menikah.


Dalam proses pengurusan surat nikah ke KUA, hal-hal yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

Calon Suami
Berkas yang harus dibawa:

  1. Pengantar RT-RW dibawa ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan blangko isian N1, N2, N3, dan N4
  2. Datang ke KUA setempat untuk mendapatkan Surat Pengantar/Rekomendasi Nikah (Jika calon istri beralamat lain daerah/Kecamatan)
  3. Jika calon istri sedaerahKecamatan, berkas calon suami diserahkan ke calon istri
Lampiran yang harus dibawa:
  1. Foto kopi KTP
  2. Akte Kelahiran & C1 (Kartu KK)
  3. Pas foto 3 x 4 = 2 lembar, jika calon istri luar daerah
  4. Pas foto 2 x 3 = 5 lembar, jika calon istri sedaerah/Kecamatan
Calon Istri
Berkas yang harus dibawa:
  1. Pengantar RT-RW dibawa ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan blangko isian N1, N2, N3, dan N4
  2. Datang ke KUA setempat untuk mendaftarkan Nikah dan pemeriksaan administrasi ( bersama wali dan calon suami)
  3. Calon suami dan calon istri sebelum pelaksanaan nikah akan mendapatkan Penasihatan Perkawinan dari BP4
Lampiran yang harus dibawa:
  1. Foto kopi KTP
  2. Akte Kelahiran & C1 (Kartu KK)
  3. Foto kopi kartu imunisasi TT
  4. Pas foto latar biru ukuran 2 x 3 masing-masing 5 lembar
  5. Akta Cerai dari PA bagi janda/duda cerai
  6. Dispensasi Pengadilan Agama bila usia kurang dari 16 tahun untuk calon istri dan 19 tahun untuk calon suami
  7. Izin atasan bagi anggota TNI/POLRI
  8. Surat keterangan kematian ayah bila sudah meninggal
  9. Surat keterangan wali jika wali tidak sealamat dari kelurahan setempat
  10. Dispensasi Camat bila pernikahan dilakukan kurang dari 10 hari
  11. N5 (surat izin orang tua) bila usia calon pengantin kurang dari 21 tahun
  12. N6 (surat kematian suami/istri) bagi janda/duda meninggal dunia
Biaya mengurus Surat Nikah ke KUA
Menurut Peraturan Pemerintah No 48 tahun 2014 yang mengganti PP Nomor 47 tahun 2004 tentang tarif atas jenis Penerimaan Daerah Bukan Pajak (PNBP) diberlakukan ketentuan biaya pengurusan surat nikah adalah sebagai berikut:
  1. Bila proses nikah dilakukan di kantor KUA pada jam kerja kantor maka biayanya adalah Rp 0 alias gratis
  2. Namun bila proses nikah dilakukan di luar kantor KUA atau di KUA tetapi diluar jam kerja maka dikenakan biaya administratif sebesar Rp 600.000 (enam ratus ribu)
Demikian tata laksana atau prosedur pendaftaran pernikahan di KUA. Setelah mengetahui prosedur dan berkas apa saja yang harus di bawa ada, sebaiknya periksa kembali kelengkapan berkas serta kesesuaian data yang telah dicantumkan agar bisa segera diproses dan tidak membuang banyak waktu akibat ketidaklengkapan berkas.

Bila anda ingin dibantu mengenai persiapan pernikahan dari awal hingga resepsi nanti serta proses pengurusan surat-surat nikah kami Halo Jiva Wedding Organizer dengan sepenuh hati siap membantu anda untuk mewujudkan pernikahan impian anda. Karena kami yakin pernikahan adalah awal dari sebuah lembaran kehidupan yang baru sehingga menentukan perjalanan kehidupan selanjutnya. Hubungi kami segera Halo Jiva Work with HEART, SMILE and DO it.

Halo Jiva adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa Event Organizer khususnya dibidang jasa pernikahan atau lebih dikenal dengan Wedding Organizer. Kami memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk setiap klien kami. Loyalitas yang tinggi, kenyamanan klien, suasana kekeluargaan serta terjalinnya kerjasama yang baik dengan pihak vendor adalah prioritas kami dalam bekerja..

Hubungkan dengan kami sekarang juga

BBM
BBM
whatsapp
WhatsApp
LINE
LINE@
Contact Us
HALO JIVA
+62896-7647-6999
+62812-3215-8880
Jl. Dukuh Kupang Timur XII/48-50, Surabaya